iklan

Minggu, 24 April 2016

Cerita kelas 1 SMK MHS Batam

Hai sahabat bloger selamat siang, apa kabar?
tentunya kalian sehat jasmani dan rohani amiin.
Maaf ya saya baru aktif lagi di blog ini, karena saya beberapa bulan atau tahun saya sibuk di dunia nyata,
oke  di sini saya mau sedikit bercerita tentang masa-masa saya sekolah di SMK MULTISTUDI HIGH SCHOOL BATAM.

oke langsung saja ke cerita yang pertama.
saya masuk sekolah ini pada tahun 2013 yang lalu, saya sebenarnya bukan berasal dari Kota batam tetapi berasal dari Kabupaten Empat Lawang  Sumatera Selatan tepat nya di Kecamatan lintang kanan.
karena orang tua saya sudah lama tinggal di kota ini jadi saya di suruh untuk melanjukan sekolah ke MHS (Multi studi High School).
Senang rasanya masuk sekolah ini karena orangnya baik-baik,ramah, santun dan sopan.
jujur dulu saya bingung mau ambil Jurusan apa. waktu itu pertama saya daftar mengambil jurusan Accountan , karena saya gak terlalu senang sama pelajaran mtk  akhirnya saya pindah ke jurusan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak). baru satu hari saya masuk jurusan ini lagi-lagi saya ingin pindah jurusan karena saya tidak punya teman di kelas :( .
akhirnya terakhir kali saya pindah jurusan TKJ (Teknik Komputer Jaringan).

 dulunya jurusan ini d Ketuai oleh Bapak Judiarman Saragih.
jujur saya agak sedikit takut  kalo bapak judiarman lagi ngajar, karena suaranya itu lantang dan sering bikin kaget, tapi saya senang di ajari sama dia karena orang nya agak tegas .
Masih saya ingat pas dia ngajar pertama kali dulu. saya dan teman saya bernama jamal bikin masalah.
karena kami lempar-lempar tas dalam kelas. saat saya mau lempar tas bapak Judiarman masuk dan bilang "woiiii ngapai kamu haaa?" (sedikit teriak)
lalu saya bilang "gak ada pak"
dia bilang lagi "Mulutmuuuuuu Premannnn Bandel, sini kamu "
lalu sayapun di hukum menghadap ke papan tulis sampai jam pelajaran habis.

sekitar 1 bulanan saya sekolah disini saya mempunyai kawan dekat. yaitu Sony Desra Irawan, Alfio Raldo, Hendrik Gustiadi ,Vande De Rosario dan masih banyak lagi.


Maaf capek ngetik cerita bersambung.